Shinichiro Watanabe adalah seorang sutradara anime yang tak asing bagi para penggemar anime, khususnya dari kalangan barat/gaijin. Bahkan kalau kita tak pernah mendengar namanya, kita pernah menikmati karyanya seperti Cowboy Bebop dan Sakamichi no Apollon. Kalau kita amati karya karya beliau dengan cermat, kita bisa mengambil satu kesamaan dari seluruh karyanya sejauh ini: musik sebagai salah satu aspek yang tak terlepas darinya. Lantas, kenapa musik menjadi salah satu alat utamanya dalam membuat anime?
 |
| Watanabe being cool |
Watanabe menjadikan musik sebagai alat penceritaannya. Mengingat yang dia buat adalah sesuatu dengan media audio-visual, maka kita tak bisa melepas bagian audio dalam media tadi dalam aspek tadi, begitu juga dengan penceritaan. Musik bisa membuat kita paham sadar atau tidak sadar tentang apa yang terjadi di dalam adegan tertentu. Kita akan merasa sedih ketika melihat sebuah adegan sedih ditambah mendengan BGM yang sedih pula. Menghilangkan salah satu elemen tadi membuat kita tidak merasakan apa yang ingin disampaikan oleh sang sutradara. Dengan konsep sederhana tadi, Watanabe menjadikan musik sebagai elemen utamanya.
 |
| Bukan endingnya Cowboy Bebop namanya kalau tanpa "The Real Folk Blues" |
Selain dari penceritaannya, pemilihan jenis musik juga merupakan suatu hal yang penting ketika kita menjadikan musik sebagai suatu elemen utama. Sebagai contoh akan saya ambil dari beberapa judulnya Watanabe. Samurai Champloo menggunakan musik campuran hip-hop dan jazz di dalam animenya karena Samurai Champloo menggabungkan elemen kontemporer dengan elemen tradisional khas jaman Edo (fun fact, Champloo diambil dari kata champuru yang dalam bahasa jepang berarti campur-campur). Sakamichi no Apollon menggunakan jazz untuk mendukung jenis cerita yang disampaikan serta memberikan atmosfir yang cocok dengan setting waktu Sakamichi no Apollon (musim panas 1966).
 |
| Samurai Champloo ga bakalan cocok kalo ga pake musik campur-campur Jazz Rap |
Musik sering jadi bahan yang jarang dibahas ketika kita memilih sesuatu untuk ditonton (refer to audio-visual media). Tak lengkap rasanya kalau kita menonton namun tak mendengar. Andai kata anime adalah sebuah roti isi, maka visualnya adalah rotinya dan musiknya adalah isinya. Roti kalau dimakan begitu saja rasanya tak enak, dan kalau kita makan isinya saja maka kita tak akan merasa kenyang.
Jadi apa yang kau tonton? Apa yang kau dengar? Harmoni-kah?
Ketiga anime di atas yang disebutkan memang benar mempunyai nilai plus dibidang audio. Sakamichii no Apollon dengan lantunan musik jazz bervokalkan suara cewek serak-serak basah pada openingnya dan di ending membawakan lagu sedih dengan syair yang menyayat hati, tapi melodinya juga damai pesan lagu pun dapat tersampaikan.
BalasHapusCowboy Bebop, salah satu karya TV-series terbaik sepanjang masa dengan plot story space opera jazz wastern. Karena inilah faktor mempengaruhi terkenalnya Cowboy Bebop di bagian barat sana. Pada tahun '90-an banyak sekali film-film space opera, terlebih pada saat itu ada Star Wars dan Star Trek, dan raksasa pendahulunya dalam bidang animasi Legend of The Galactic Heroes. Tapi Cowboy Bebop hadir dengan memberikan warna baru, dengan story yang mudah diikuti dan character development yang bagus. Audio yang ciamik menambah nilai plus pada anime ini. Lagu jazz yang dibawakan oleh Seatbelts sungguh indah untuk didengar, dan mampu menarik perhatian penonton pada masanya dan masa sekarang.
Samurai Champlo perpaduan literatur tradisional dengan musik semi-elektro-jazz ini, gue sangat suka adegan close combat mereka. Artnya bisa dibilang unik dan frame-by-frame cukup tertata dengan halus. Kadang BGM yang hadir di tengah-tengah pertarungan itu yang memberikan kesan yang dapat membangkitkan mood penonton dari yang awalnya sudah bosan dengan cerita seorang samurai, tapi karena BGM-nya yang asik, rasa bosan pun langsung hilang.
Shinichiro Watanabe seorang yang jenius yang dapat mengabungkan unsur audio dan video visual yang ciamik. Dia adalah maestro yang bisa dikatakan dapat disandingkan dengan Satoshi Kon. I salute for your work, sir!
weh mas abdi mampir :3
Hapuswell, milih champloo sama bebop karena aku punya kesan tersendiri pas nontonnya. jarang jarang tv series bisa aku tonton berkali kali tapi gak pernah bosen
anyway makasih udah mampir dan menaruh komentarnya di sini :3